Quote

“Good friends, good books, and a sleepy conscience: this is the ideal life.”

Mark Twain

Jumat, 16 September 2016

Mimpi (awal cerita)

Hallo kawan-kawan!

Tempat ini akan saya jadikan wadah untuk mengeluarkan imajinasi saya, sekaligus catatan. Ada banyak sekali ide-ide dalam pikiran untuk dijadikan sebuah cerita. Saya suka sekali dengan cerita.

Mimpi

Beberapa waktu yang lalu, aku pernah bermimpi. Tidak bisa aku katakan itu mimpi buruk atau mimpi indah. Jadi, di dalam mimpi itu aku sedang berdiri di pinggir jurang. Di bawahnya terdapat hamparan hutan hujan yang lebat. Tak jauh dari sisi aku terdapat sebuah air terjun besar. Suara alam di sekitar bahkan terlihat begitu nyata.

Aku melihat seekor burung besar di kejauhan. Yang aku yakin itu adalah burung Garuda. Maskot atau lambang negara kita, Indonesia. Burung itu begitu besar sampai aku mengira bahwa dia akan menerkam ku. karena aku merasa takut, aku pun meloncat ke depan jurang dan terjatuh kebawah. Rasa mencekam akan jatuh begitu terasa. Tapi aku bahkan tak bangun dari tidur.

Yang terjadi, aku terdampar di sebuah rumah. Rumah bergaya Belanda dengan banyak pintu. Aku berdiri di lorong rumah. Karena penasaran aku pun berjalan dan mulai mengecek satu-persatu pintu. Semua isi ruangan sama. Terdapat meja, kursi, dan tempat tidur. Tapi, ada satu kamar yang membuat perhatianku terpana. Diatas sebuah meja yang menempel dengan dinding, terdapat sebuah buku. Buku bersampul kulit tebal, dan besar. Aku pun masuk kedalam ruangan dan duduk di kursi. Lalu membuka buku itu perlahan.

Hal pertama yang kulihat adalah sebuah pohon besar. Seperti pohon beringin. Akar-akarnya yang kuat di duduki oleh seekor serigala hitam. Terlebih lagi, gambar itu bergerak! Sang serigala terlihat menjilati pohon beringin. Lalu pohon beringin itu menjauhi si serigala dengan akarnya yang tebal. Aku pun membuka lembar baru lagi. Kali ini, terdapat kumpulan pohon, daun-daun orange berguguran. Semilir angin membuat daun-daun itu terbang. Lalu, di tanah terdapat beberapa jamur. Jamur dengan berbagai warna seperti pelangi. Ada yang merah, hijau, biru, kuning, dan yang lainnya.

Untuk beberapa saat, semua tanaman itu terlihat normal, sampai sang jamur berwana merah menampakan wajahnya dan mulai bernyanyi. Di ikuti oleh jamur-jamur lainnya. Bahkan pohon-pohon yang daunnya berguguran pun ikut bernyanyi sambil bergoyang sesuai nada. Suara siulan, terompet, biola, dan piano terdengar dari dalam buku. Lagunya seperti lagu sirkus.

Awalnya aku menikmati semuanya, sampai seseorang masuk kedalam ruangan. Aku pun berbalik dan melihat seorang wanita dengan kebaya serba putih. Rambutnya di sanggul keatas, kulitnya kuning langsat, tubuhnya elok seperti jam pasir, dan wajahnya rupawan seperti bidadari. Wanita itu mendekatiku pelan dengan sebuah cahaya yang tiba-tiba muncul di belakangannya. Bibirnya terbuka perlahan lalu mengucapkan sebuah kalimat.

"Bangun, kau harus bangun sekarang."

Akhirnya, aku bangun dari tidur, di atas tempat tidurku yang sudah aku gunakan semenjak SD. Aku melihat jam di Handpone. Jam sepuluh pagi. Aku bersyukur sekarang hari minggu sehingga tak perlu terlambat pergi sekolah.

Mimpi itu, sampai sekarang pun masih terbayang jelas dalam otakku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar